headline photo

APOS BLOG SHARE KNOWLEDGE

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.

Selaput Dara Bukan Penentu Virginitas Wanita

Kamis, 06 November 2008

Selaput dara atau hymen adalah jaringan tipis yang menutupi sebagian jalan masuk ke vagina. Umumnya perempuan memilikinya. Namun demikian ada juga yang tidak memilikinya sejak lahir. Selaput dara bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Ada yang menutup penuh dan menyisakan lubang kecil untuk menstruasi dan ada yang berlubang-lubang. Ada yang tebal dan ada yang tipis. Ada yang kaku dan ada yang elastis.

Biasanya selaput dara akan robek dan mengeluarkan darah pada saat adanya penetrasi penis pertama kali. Oleh sebab itu, mengeluarkan darah pada saat hubungan seksual seringkali dijadikan ukuran apakah seorang perempuan masih perawan atau tidak ketika akan berhubungan seks. Tapi tentu saja hal itu tidak selalu benar. Fakta berikut bisa saja terjadi ;

1. Sejak lahir tidak memiliki selaput dara.

2. Selaput daranya tipis dan tidak elastis sehingga telah sobek ketika melakukan aktivitas fisik, seperti naik kuda, naik sepeda, senam, peregangan kaki, silat dan lainnya.

3. Selaput daranya elastis sehingga tidak robek ketika ada penetrasi penis. Pada beberapa kasus, selaput dara baru benar-benar sobek saat melahirkan.

4. Selaput daranya sobek namun tidak mengeluarkan darah.

Sehingga tidak adil bagi seorang wanita yang dianggap tidak perawan oleh suaminya hanya karena ia tidak mengeluarkan darah ketika melakukan hubungan pertama mereka. Apalagi jika karena itu seorang suami menjadi merendahkan istrinya atau menganggap istrinya tak bisa menjaga kehormatan diri !!! Jadi mulai sekarang, jauhkan pikiran bahwa selaput dara yang utuh menunjukkan keperawanan seorang wanita.

Banyak mitos beredar bahwa hubungan seksual pertama kali akan sangat menyakitkan karena robeknya selaput dara. Ada yang menyebutnya selaksa disayat pisau. Benarkah hal tersebut? Hubungan seksual pertama kali seiring robeknya selaput dara kadang memang menyakitkan. Tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Banyak juga perempuan yang tidak mengalami rasa sakit saat selaput daranya robek. Menurut banyak ahli, sakit pada saat hubungan seksual pertama kali diiringi robeknya selaput dara lebih banyak disebabkan faktor ketakutan akan rasa sakit, bukan karena rasa sakit itu sendiri. Perempuan sudah takut duluan dengan rasa sakit yang mungkin akan dialami. Akibatnya ia akan merasa sangat sakit meskipun sakitnya sebenarnya sedikit saja.

Sehingga sebenarnya, jika kita tidak menginginkan rasa sakit saat selaput dara itu sobek, misalnya ketika malam pertama, hal paling penting adalah perempuan tersebut harus merasa nyaman saat melakukan hubungan badan. Dengan kenyamanan tersebut, robeknya selaput dara tidak akan terasa sakit.


DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

0 comments:

Posting Komentar

Ayo jangan lupa isi comment nya ya sob..
Kalo ga punya blog tinggal masukin nama aja kan ada pilihan name/url. name-nya diisi, url-nya dikosongin aja. trims...

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: