headline photo

APOS BLOG SHARE KNOWLEDGE

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label terbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terbang. Tampilkan semua postingan

Analisis Video “Kubah Terbang”

Jumat, 20 Agustus 2010

iannya telah lama, namun kembali di refresh di infotainment. berikut adalah artikel yang didapat dari internet tentang analisis kubah terbang yang pernah terjadi di maluku. special thanks to admin gm88.wordpress.com atas opininya

Beberapa waktu yang lalu, tengah malam, saya kesulitan tidur, karena dengan bodohnya minum 2 gelas kopi sekaligus pada sore hari. Bosan, saya nyalakan TV, ternyata Redaksi Malam Trans 7, dengan penyiar cantiknya yang berkacamata, memberitakan bahwa “sesuatu yang fenomenal” telah terjadi. Diberitakan bahwa dalam renovasi sebuah masjid di Jailolo, kubah dari masjid tersebut dinaikkan ke atas menara bukan dengan alat atau apapun, tapi hanya dengan “bacaan zikir”. Wah yang benar saja.

Kemudian Trans 7 memutar rekamannya, yang nampaknya diambil menggunakan kamera handphone / kamera digital. Ternyata benar. Sebuah kubah besar tengah “melayang-layang” dan “berputar-putar” di udara diiringi bacaan “La Illaha Illallah” yang terdengar aneh dan menakutkan. Saya takjub dan takut menyaksikannya. Takjub, karena di zaman seperti ini masih ada fenomena aneh yang bisa terjadi. Takut, tak lain karena suara lantunan zikirnya yang terdengar menakutkan (dikarenakan distorsi suara / kualitas rekaman kameranya yang mungkin tidak terlalu bagus), lagipula tengah malam itu tidak ada siapa-siapa lagi di kamar.

Penasaran, beberapa hari setelahnya saya mencoba mencari informasi tentang “kubah terbang” ini di dunia maya. Kebanyakan hasil pencarian yang muncul adalah tulisan yang juga mengenai rasa takjub serta puji-pujian kepada Tuhan karena kubah yang bisa terbang. Sampai kemudian, saya menemukan rekamannya di Youtube. Versi lengkap. 2 menit 58 detik.


Dan benarkah kubah ini terbang? Mari kita analisis rekamannya.
Nampaknya kubah ini tidaklah benar-benar terbang. Bila diamati dengan seksama, terlihat beberapa bentangan tali yang menaikkan kubah tersebut ke atas. Hal ini juga yang menyebabkan kubah bergerak dengan gerakan yang konstan. Silakan amati skrinsyutnya di bawah ini.
kubahterbang1.jpg
Di area yang sudah diterangi itu, terlihat ada 3 bentangan tali yang menyangga kubah.
kubahterbang2.jpg
Di sini terlihat lebih jelas lagi. 2 bentangan tali terlihat dengan latar belakang genteng rumah yang kontras.
kubahterbang3.jpg
Bila Anda perhatikan dengan seksama, terlihat warna garis hitam dengan latar belakang awan putih. Itu adalah talinya.

Masih kurang jelas? Mungkin gambar yang sudah diinvert bisa lebih memperjelas.
Bisa dibandingkan dengan kabel listrik di bawahnya yang juga terlihat berwarna putih dengan latar belakang hitam (awan).
kubahterbang3b.jpg
Dan terakhir, coba perhatikan area di sekitar menaranya. Garis tipis itu adalah tali yang menaikkan sang kubah (paling jelas di gambar tengah).
kubahterbang4.jpg
***
Kesimpulannya, kubah tersebut tidak terbang, tapi ditarik oleh tali. Hanya persepsi masyarakat yang menjadikan kubah itu terbang.

Jadi, kenapa bisa timbul persepsi bahwa kubah itu terbang? Menurut saya nih, yang pertama karena perkataan si penyiar berita cantik tadi yang menyebutkan bahwa “sesuatu yang fenomenal telah terjadi”, pemirsa langsung mempunyai impresi awal tentang sesuatu yang fenomenal. Yang kedua karena rekaman kamera handphonenya sendiri yang kurang jelas, kemudian semakin tambah tidak jelas karena mengalami penurunan kualitas ketika ditayangkan di Televisi. Yang ketiga, karena diiringi bacaan zikir, sehingga mengesankan bacaan zikir itulah yang menaikkan kubah. Padahal dalam prosesi penaikkan kubah, bacaan zikir memang lazim dilantunkan. Yang keempat, kubah tersebut diselimuti kain yang berkibar tertiup angin, sehingga memberikan persepsi bahwa kubah tersebut sedang melayang sambil berputar-putar.

Masyarakat Jailolo yang menyaksikan kejadian ini secara langsung, mungkin tertawa-tawa ketika mendengar pemberitaan kubah terbang ini. Tapi mungkin bagus juga, karena bisa mendatangkan wisatawan ke masjid itu. Sekalian saja jadikan sebagai tempat wisata “kubah terbang”. :lol:

Nah, demikianlah penjelasan dari pakar multimedia wannabe yang kurang kerjaan ini.

Update ( Ditambahkan tanggal 25/05/08 )
Nampaknya ada beberapa komentator yang menganggap saya telah mengingkari kekuasaan Tuhan karena tidak menyetujui “terbangnya” kubah tersebut. Dengan ini, saya nyatakan bahwa sama sekali tidak ada usaha pengingkaran kekuasaan Tuhan dengan memuat tulisan di atas. Tulisan di atas adalah 100% pendapat pribadi saya setelah beberapa kali melihat video kubah terbang. Saya tetap meyakini bahwa kekuasaan Tuhan itu Maha Luas. Apakah kubah itu terbang atau dikerek tali atau ditiup-tiup, bagi saya itu tetap merupakan bukti kekuasaan Tuhan.

Sekali lagi saya sebutkan bahwa tulisan di atas adalah 100% pendapat pribadi, tidak ada paksaan untuk menyetujui atau tidak menyetujui isi tulisan di atas. Kebenarannya hanya diketahui oleh saksi mata dan Allah SWT.

Wallahualam bisshawwab.

source: gm88.wordpress.com/2008/04/02/analisis-video-kubah-terbang/

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Aetodactylus Halli, Reptil Terbang Turunan Pterosaurus

Selasa, 22 Juni 2010


Sebuah fosil rahang berusia 95 juta tahun ditemukan di Texas dan diidentifikasi sebagai genus dan spesies baru reptil terbang, Aetodactylus halli, kata ahli paleontologi Timothy S. Myers, yang mengidentifikasi dan menamainya Aetodactylus halli. Pterosaurus langka ini -- namanya berarti kadal bersayap -- adalah salah satu anggota termuda famili Ornithocheiridae di dunia. Ia hanya ornithocheirid kedua yang pernah ditemukan di Amerika utara, kata Myers, seorang pasca doktoral di Southern Methodist University, Dallas. (Kredit: Ilustrasi oleh Karen Carr)

28 April 2010 - Aetodactylus halli adalah seekor pterosaurus, sekelompok reptil terbang yang umum disebut pterodaktil.

Aetodactylus halli terbang di daerah yang sekarang merupakan area Dallas-Fort Worth pada periode Kapur (Kretasius) saat sebagian besar daerah Lone Star berada di bawah air, tertutup oleh laut purba yang luas.

Walaupun langka di Amerika Utara, pterosaurus bergigi dalam famili Ornithocheiridae merupakan komponen utama fauna pterosaurus periode kapur di dunia, kata Myers. Spesimen Texas ini -- sebuah rahang yang hampir lengkap dengan sebagian besar dari ke 54 giginya lenyap -- jelas lebih muda daripada spesimen ornithocheirid lain dari Brasil, Inggris dan Cina, katanya. Ia lima juta tahun lebih muda dari satu-satunya ornithocheirid lainnya dari amerika utara.

Myers menjelaskan spesies baru ini dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology. Silakan kunjungi www.smuresearch.com untuk melihat ilustrasi Aetodactylus halli dan lingkungan laut periode kapur, gambar fosil rahang dan tautan ke informasi yang lebih lengkap.

Myers menamakan pterosaurus ini Aetodactylus halli dari nama Lance Hall, seorang anggota Masyarakat Paleontologi Dallas yang memburu fosil untuk hobi. Hall menemukan spesimen ini di Texas utara tahun 2006. Ia tertanam dalam serpih lunak bercampur serbuk yang tergali di sebuah sisi bukit di tepi jalan raya. Situs ini dekat dengan kota Mansfield, barat daya Dallas. Hall menyumbangkan spesimen ini ke Southern Methodist University.

Pterosaurus menguasai langit dari periode trias akhir, lebih dari 200 juta tahun lalu, hingga akhir periode kapur, sekitar 65 juta tahun lalu, saat mereka punah. Mereka menjadi vertebrata paling awal yang mampu terbang.

Pemburu fosil melihat deretan soket gigi yang panjang
Rahang Aetodactylus halli ditemukan dalam unit geologi yang disebut Eagle Ford Group, yang memuat sedimen yang terendap di laut dangkal, kata Myers. Jangkauan Eagle Ford Group terentang dari Texas barat daya hingga Oklahoma selatan dan Arkansas barat daya.

"Saya sedang meng scan bukaan tersebut dan melihat apa yang pertama saya kira cangkang kerang terentang di sebuah lembah erosi kecil," Hall mengingat penemuan ini. "Hanya sekitar satu atau dua inci saja terlihat. Saya hampir melewatkannya karena menduga itu kerang, namun kemudian sadar kalau warnanya lebih mirip tulang. Saya mulai menggalinya dan menyadari itu rahang dari sesuatu -- namun saya tidak tau apa. Ia terbalik dan saat saya balik bagian moncongnya yang ada adalah sederetan panjang soket gigi, yang sangat mengesankan."

Paleontolog vertebrata SMU Louis L. Jacobs, seorang ahli dinosaurus secara internasional terkenal atas penemuan fosilnya di Texas dan Afrika, dan paleontolog SMU Michael J. Polcyn, terkenal karena keahliannya dalam reptil laut purba yang disebut mosasaurus, keduanya mengatakan pada Hall kalau itu adalah pterosaurus dan penemuan yang penting.
Rahang yang unik
Rahang Aetodactylus sepanjang 38.4 cm aslinya memuat 54 gigi tajam ramping namun hanya tinggal dua yang tersisa di soket mereka, kata Myers. Gigi bawah tersebar merata dan merentang jauh ke belakang, menutup hampir 3/4 panjang rahang. Gigi atas dan bawah saling tutup saat rahang dikatupkan.

Pada Aetodactylus, perubahan ukuran gigi sepanjang rahang mengikuti pola yang sama pada ornithocheirid. Walau begitu, Aetodactylus berbeda dari semua ornithocheirid dalam hal rahangnya sangat sempit dan tipis, dengan ketebalan maksimum tidak lebih dari 1 cm, kata Myers. Namun spesimen ini dapat dibandingkan dengan Boreopterus, pterosaurus sejenis dari periode kapur awal China, dalam hal jumlah gigi yang ada di rahang bawah, katanya.

Myers memperkirakan rentang sayapnya sekitar 3 meter, menunjukkan kalau Aetodactylus merupakan pterosaurus berukuran sedang, katanya. Sementara tidak diketahui bagaimana Aetodactylus mati, pada saat mati reptil ini sedang terbang di atas laut dan jatuh ke air, mungkin saat mencari ikan, kata Jacobs.

Menemukan keragaman baru pterosaurus.
Pterosaurus Amerika Utara yang berasal dari periode kapur semuanya tidak bergigi, kecuali Aetodactylus dan Coloborhynchus, kata Myers. Ketipisan rahang, sudut naik dari separuh belakang rahang dan tidak adanya ekspansi keluar ujung rahang menunjukkan kalau Aetodactylus berbeda dari ornithocheirid lain dan merupakan genus dan spesies baru pterosaurus.

"Penemuan spesies ornithocheirid lain di Texas memberi petunjuk adanya keanekaragaman pterosaurus di periode kapur amerika utara yang belum disadari sebelumnya," kata Myers. "Aetodactylus juga menyajikan salah satu dari kemunculan final ornithocheirid saat transisi periode kapur akhir ke fauna pterosaurus yang didominasi oleh spesies tanpa gigi."

Texas sekarang mengklaim dua
Sebagian besar Texas pernah tenggelam di bawah jalur laut dalam barat. Laut masif ini membelah amerika utara dari teluk meksiko hingga samudera artik.

Di pantai, daratannya datar dan tanaman berbunga sudah mendominasi komunitas flora di belahan amerika utara ini, menurut ahli paleobotani Bonnie Jacobs, profesor sains kebumian SMU.

"Masih ada konifer dan pakis disana, namun sebagian besar memiliki daun jarum kecil, seperti juniper, kata Bonnie Jacobs. "Sycamore dan kerabatnya termasuk tanaman berbunga."

Sisa ornithocheirid pertama dari Amerika utara, ditemukan di Fort Worth, dijelaskan oleh bekas mahasiswa SMU Young-Nam Lee dan disumbangkan oleh kolektor amatir Chris Wadleigh, kata Louis Jacobs.

"Laut purba yang menutupi Dallas memberi kondisi yang tepat untuk melestarikan reptil laut dan mahluk kedalaman lainnya, begitu juga tulang halus dari reptil terbang yang jatuh saat terbang kedalam air," kata Louis Jacobs, profesor di jurusan sains kebumian SMU. "Batuan dan fosil disini merekam waktu yang tidak jelas kalau di tempat lain di amerika utara. Itu mengapa kedua spesies ornithocheirid hanya ditemukan disini, dan itu mengapa penemuan fosil baru lainnya pasti akan diperoleh lagi oleh Lance Hall dan pecinta fosil lainnya."

Penelitian ini didanai oleh jurusan sains kebumian Roy M. Huffington SMU dan institus studi bumi dan manusia SMU.

source: faktaevolusi.blogspot.com/2010/05/reptil-terbang-langka-berusia-95-juta.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Gadget Canggih Untuk Membantu Terbang Berhasil Dibuat

Sabtu, 12 Juni 2010


Warga Amerika dihebohkan oleh penampakan manusia terbang di udara. Bagi yang tau, sebenarnya penampakan ini sudah biasa karena ternyata ada perusahaan yang menawarkan jasa menyewakan alat agar anda bisa terbang di udara seperti burung.


Sudah lama sekali orang-orang berkeinginan untuk bisa terbang, oleh karenanya banyak diciptakan alat-alat untuk membantu manusia terbang seperti pesawat. Akan tetapi pesawat masih dirasakan kurang mantap bagi manusia, sehingga alat untuk terbang ini pun terus menerus di dalami. Sebuah perusahaan Jet Pack International di California berhasil menciptakan sebut roket pribadi untuk orang yang berkeinginan terbang di langit secara individual.


Sekarang anda sudah bisa terbang diudara asalkan anda mempunyai duit yang cukup besar. Perusahaan Jet Pack di California ini menawarkan pengalaman terbang di udara dengan harga $ 200.000 (sekitar Rp 1.85 milyar) untuk bereksperimen terbang di udara selama 9 menit dengan menggunakan jetpacks dan roket model T-73 atau $ 90.000 (sekitar Rp 830 juta) untuk terbang selama 75 detik di udara. Suatu angka yang luar biasa mahalnya dan dengan duit segitu sudah bisa membeli rumah dijual yang besar. Bagi yang ingin mencoba harus berkantong tebal.

Dibawah ini adalah orang-orang yang sudah mencobanya berikut alat yang dipakainya.
Ada yang mau coba?











terbang









Perusahaan pembuat Jet Pack untuk terbang di udara.

Motor ini berukuran 1100cc.
Truck trailer untuk promosi JetPack.


Khayalan masa lalu, manusia bisa terbang dengan Jet Pack. Sekarang itu sudah menjadi kenyataan meskipun belum bisa secepat pesawat terbang.

Meskipun dengan JetPack, manusia sudah bisa terbang bebas di udara, tapi masih jauh untuk bisa bersaing dengan kecepatan terbangnya Iron Man!

Mungkin teknologi Iron Man bisa menjadi kenyataan 100 tahun lagi.


source: http://www.melonproperty.com/blog/in/manusia-bisa-terbang
DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: