headline photo

APOS BLOG SHARE KNOWLEDGE

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label Purbakala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purbakala. Tampilkan semua postingan

Aetodactylus Halli, Reptil Terbang Turunan Pterosaurus

Selasa, 22 Juni 2010


Sebuah fosil rahang berusia 95 juta tahun ditemukan di Texas dan diidentifikasi sebagai genus dan spesies baru reptil terbang, Aetodactylus halli, kata ahli paleontologi Timothy S. Myers, yang mengidentifikasi dan menamainya Aetodactylus halli. Pterosaurus langka ini -- namanya berarti kadal bersayap -- adalah salah satu anggota termuda famili Ornithocheiridae di dunia. Ia hanya ornithocheirid kedua yang pernah ditemukan di Amerika utara, kata Myers, seorang pasca doktoral di Southern Methodist University, Dallas. (Kredit: Ilustrasi oleh Karen Carr)

28 April 2010 - Aetodactylus halli adalah seekor pterosaurus, sekelompok reptil terbang yang umum disebut pterodaktil.

Aetodactylus halli terbang di daerah yang sekarang merupakan area Dallas-Fort Worth pada periode Kapur (Kretasius) saat sebagian besar daerah Lone Star berada di bawah air, tertutup oleh laut purba yang luas.

Walaupun langka di Amerika Utara, pterosaurus bergigi dalam famili Ornithocheiridae merupakan komponen utama fauna pterosaurus periode kapur di dunia, kata Myers. Spesimen Texas ini -- sebuah rahang yang hampir lengkap dengan sebagian besar dari ke 54 giginya lenyap -- jelas lebih muda daripada spesimen ornithocheirid lain dari Brasil, Inggris dan Cina, katanya. Ia lima juta tahun lebih muda dari satu-satunya ornithocheirid lainnya dari amerika utara.

Myers menjelaskan spesies baru ini dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology. Silakan kunjungi www.smuresearch.com untuk melihat ilustrasi Aetodactylus halli dan lingkungan laut periode kapur, gambar fosil rahang dan tautan ke informasi yang lebih lengkap.

Myers menamakan pterosaurus ini Aetodactylus halli dari nama Lance Hall, seorang anggota Masyarakat Paleontologi Dallas yang memburu fosil untuk hobi. Hall menemukan spesimen ini di Texas utara tahun 2006. Ia tertanam dalam serpih lunak bercampur serbuk yang tergali di sebuah sisi bukit di tepi jalan raya. Situs ini dekat dengan kota Mansfield, barat daya Dallas. Hall menyumbangkan spesimen ini ke Southern Methodist University.

Pterosaurus menguasai langit dari periode trias akhir, lebih dari 200 juta tahun lalu, hingga akhir periode kapur, sekitar 65 juta tahun lalu, saat mereka punah. Mereka menjadi vertebrata paling awal yang mampu terbang.

Pemburu fosil melihat deretan soket gigi yang panjang
Rahang Aetodactylus halli ditemukan dalam unit geologi yang disebut Eagle Ford Group, yang memuat sedimen yang terendap di laut dangkal, kata Myers. Jangkauan Eagle Ford Group terentang dari Texas barat daya hingga Oklahoma selatan dan Arkansas barat daya.

"Saya sedang meng scan bukaan tersebut dan melihat apa yang pertama saya kira cangkang kerang terentang di sebuah lembah erosi kecil," Hall mengingat penemuan ini. "Hanya sekitar satu atau dua inci saja terlihat. Saya hampir melewatkannya karena menduga itu kerang, namun kemudian sadar kalau warnanya lebih mirip tulang. Saya mulai menggalinya dan menyadari itu rahang dari sesuatu -- namun saya tidak tau apa. Ia terbalik dan saat saya balik bagian moncongnya yang ada adalah sederetan panjang soket gigi, yang sangat mengesankan."

Paleontolog vertebrata SMU Louis L. Jacobs, seorang ahli dinosaurus secara internasional terkenal atas penemuan fosilnya di Texas dan Afrika, dan paleontolog SMU Michael J. Polcyn, terkenal karena keahliannya dalam reptil laut purba yang disebut mosasaurus, keduanya mengatakan pada Hall kalau itu adalah pterosaurus dan penemuan yang penting.
Rahang yang unik
Rahang Aetodactylus sepanjang 38.4 cm aslinya memuat 54 gigi tajam ramping namun hanya tinggal dua yang tersisa di soket mereka, kata Myers. Gigi bawah tersebar merata dan merentang jauh ke belakang, menutup hampir 3/4 panjang rahang. Gigi atas dan bawah saling tutup saat rahang dikatupkan.

Pada Aetodactylus, perubahan ukuran gigi sepanjang rahang mengikuti pola yang sama pada ornithocheirid. Walau begitu, Aetodactylus berbeda dari semua ornithocheirid dalam hal rahangnya sangat sempit dan tipis, dengan ketebalan maksimum tidak lebih dari 1 cm, kata Myers. Namun spesimen ini dapat dibandingkan dengan Boreopterus, pterosaurus sejenis dari periode kapur awal China, dalam hal jumlah gigi yang ada di rahang bawah, katanya.

Myers memperkirakan rentang sayapnya sekitar 3 meter, menunjukkan kalau Aetodactylus merupakan pterosaurus berukuran sedang, katanya. Sementara tidak diketahui bagaimana Aetodactylus mati, pada saat mati reptil ini sedang terbang di atas laut dan jatuh ke air, mungkin saat mencari ikan, kata Jacobs.

Menemukan keragaman baru pterosaurus.
Pterosaurus Amerika Utara yang berasal dari periode kapur semuanya tidak bergigi, kecuali Aetodactylus dan Coloborhynchus, kata Myers. Ketipisan rahang, sudut naik dari separuh belakang rahang dan tidak adanya ekspansi keluar ujung rahang menunjukkan kalau Aetodactylus berbeda dari ornithocheirid lain dan merupakan genus dan spesies baru pterosaurus.

"Penemuan spesies ornithocheirid lain di Texas memberi petunjuk adanya keanekaragaman pterosaurus di periode kapur amerika utara yang belum disadari sebelumnya," kata Myers. "Aetodactylus juga menyajikan salah satu dari kemunculan final ornithocheirid saat transisi periode kapur akhir ke fauna pterosaurus yang didominasi oleh spesies tanpa gigi."

Texas sekarang mengklaim dua
Sebagian besar Texas pernah tenggelam di bawah jalur laut dalam barat. Laut masif ini membelah amerika utara dari teluk meksiko hingga samudera artik.

Di pantai, daratannya datar dan tanaman berbunga sudah mendominasi komunitas flora di belahan amerika utara ini, menurut ahli paleobotani Bonnie Jacobs, profesor sains kebumian SMU.

"Masih ada konifer dan pakis disana, namun sebagian besar memiliki daun jarum kecil, seperti juniper, kata Bonnie Jacobs. "Sycamore dan kerabatnya termasuk tanaman berbunga."

Sisa ornithocheirid pertama dari Amerika utara, ditemukan di Fort Worth, dijelaskan oleh bekas mahasiswa SMU Young-Nam Lee dan disumbangkan oleh kolektor amatir Chris Wadleigh, kata Louis Jacobs.

"Laut purba yang menutupi Dallas memberi kondisi yang tepat untuk melestarikan reptil laut dan mahluk kedalaman lainnya, begitu juga tulang halus dari reptil terbang yang jatuh saat terbang kedalam air," kata Louis Jacobs, profesor di jurusan sains kebumian SMU. "Batuan dan fosil disini merekam waktu yang tidak jelas kalau di tempat lain di amerika utara. Itu mengapa kedua spesies ornithocheirid hanya ditemukan disini, dan itu mengapa penemuan fosil baru lainnya pasti akan diperoleh lagi oleh Lance Hall dan pecinta fosil lainnya."

Penelitian ini didanai oleh jurusan sains kebumian Roy M. Huffington SMU dan institus studi bumi dan manusia SMU.

source: faktaevolusi.blogspot.com/2010/05/reptil-terbang-langka-berusia-95-juta.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Misteri Batu Purbakala Ica

Rabu, 02 Juni 2010

Kontroversi sejarah yang penting pernah muncul di tahun 1960-an ketika beberapa batu ditemukan di sebuah gua di Ica, Peru. Di dunia ilmu pengetahuan, tak ada yang bisa dianggap sebagai suatu pernyataan atau disingkirkan tanpa bukti yang pasti.



Manusia menaiki dinosaurus dan tampak memegang senjata seperti akan berburu. Coba perhatikan perbandingan manusia dengan tubuh dinosaurus, mirip perbandingan manusia sekarang dengan kuda/sapi. Ukuran manusia pada zaman itu adalah sangat tinggi dan besar.

Tidak dapat dipungkiri, penemuan batu-batuan misterius ini tak lepas dari peran Dr. Javier Cabrera. Kolektor utama artifak ini, Dr. Cabrera memajang peninggalan-peninggalan peradaban kuno Peru ini ke dalam sebuah museum the Museo de Piedras Grabadas (Museum Batu Berukir), yang berlokasi di desa Ica, sebelah utara Nazca Lines (serangkaian geoglyph/gambar di atas tanah dengan menggunakan batu, kerikil, maupun tanah yang terletak di Gurun Nazca, Peru, dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM - 700 M).

Pada saat menemukan satu batu, Cabrera mengenali gambar ikan yang punah diatasnya. Dari situlah dia mulai mengikuti jejak batu-batu tersebut, dan bersama penduduk setempat yang menggalinya menemukan lusinan batu pada situs yang berbeda di sekitar area itu. Cabrera memborong bebatuan itu, dan setelah beberapa lama memperoleh lebih dari 40.000 buah.



Batu Ica yang menggambarkan pengetahuan astronomi pada masa itu, tampak orang memegang teleskop mengamati langit, diatasnya terdapat komet yang melintas diangkasa

Menguasai beragam penyajian yang berbeda, Dr. Cabrera mengklasifikasikan bebatuan Ica berdasarkan beberapa tema besar. Jelas terlihat serangkaian astronomi, menggambarkan secara detail 13 konstelasi zodiak; serangkaian pengobatan, mengilustrasikan kemajuan bedah tubuh, transplantasi organ (termasuk transplantasi otak), metoda akupuntur, dan lukisan tentang operasi kelahiran caesar; menggambarkan serangkaian bencana alam besar, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi pada masa itu membawa ke kematian mereka sendiri; serangkaian astronot, yang mengilustrasikan perjalanan manusia prasejarah dengan kapal luar angkasa; dan serangkaian binatang prasejarah yang secara kuat menggambarkan bahwa saat itu manusia hidup berdampingan dengan dinosaurus.


Batu yang menggambarkan peta bumi pada masa purba

Rangkaian bebatuan lain menggambarkan lapisan kontinental purba (termasuk peta bumi pada Tertiary Period yaitu periode pembentukan lapisan geologi kirakira 65 sampai 1,8 juta tahun lalu), ras manusia purba, dan flora dan fauna yang tidak dikenali oleh dunia modern kita. Bahkan ada beberapa bebatuan yang sampai saat ini belum dapat diidentifikasi oleh para antropologi.


Batu yang menggambarkan bedah transplantasi

Apakah ada peradaban lain yang mungkin bahkan lebih maju daripada peradaban kita yang eksis di masa lalu? Jikalau ukiran ini benar-benar berasal dari Quaternary Period (periode pembentukan lapisan geologi antara 1.806 juta tahun lalu hingga saat ini), apakah hal itu merujuk pada manusia purba? Apakah teori mengenai peradaban prasejarah tidak berdasar atau seperti pernyataan pengarang kontroversial Jerman Erich von Daniken, bahwa kita telah “dikaburkan oleh seluruh generasi palaentologi dan antropologi”. Mempertimbangkan beragam contoh yang dieksplorasi pada serangkaian artikel ini untuk mengejar jawaban atas pertanyaan ini. Tentu saja bukan hanya Batuan Ica yang menunjukkan kemajuan teknologi prasejarah, seperti artikel-artikel Sisa-sisa Teknologi yang Hilang, Tambang Reaktor Nuklir Dua Miliar Tahun Lalu, Kekosongan dalam Teori Evolusi Ataukah Bergurau dengan Sejarah?

source: http://tangerangrepot.blogspot.com/2009/11/misteri-batu-purbakala-ica.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: