Tampilkan postingan dengan label Raja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raja. Tampilkan semua postingan
Black Mamba, Si Raja Bisa Di Kerajaan Ular
Kamis, 27 Mei 2010
Posted by
admin
at
19.01
Black Mamba merupakan salah satu ular yang paling ditakuti oleh semua orang yang pernah mendengar namanya. Ular ini sangat berbahaya karena di dalam bisa ular ini terdapat bisa paling berbahaya di antara ular-ular lainnya. Bisa yang seukuran sendok teh dapat mematikan lebih dari 10 orang dalam beberapa menit.
Black Mamba
Jika seseorang terkena racun bisa ular ini dan sekitar 20 menit-an ia tidak diberi anti-bisa maka hampir dipastikan ia akan tewas. Racun bisa ini dapat membuat darah dalam tubuh kita menggumpal dan hal ini membuat darah kita tidak lagi membawa oksigen sebagaimana mestinya.
Akan tetapi, meskipun ular ini merupakan ular yang memiliki bisa paling beracun diantara ular-ular lainnya, tetapi ular ini masih kalah dalam jumlah menewaskan manusia dengan ular Viper atau biasa disebut ular Derik.
Ular Derik
Selain bisa yang berbahaya, black mamba juga terkenal karena kegesitannya dalam bergerak. Ular ini dapat bergerak seperti seseorang yang sedang berlari menggunakan sepatu roda. Selain itu, ular ini berbeda pula dalam hal kepribadian dia antara ular-ular berbisa lainnya. Kecepatannya bisa mencapai 20 km/jam.
Ular ini sangat agresif saat ia berada dalam situasi yang tidak menyenangkan baginya. Beda dengan King Cobra yang terlihat defensif jika berada dalam situasi tersebut.

King Cobra
Panjang tubuh seekor Black Mamba yang banyak tersebar di Pulau Afrika ini dapat mencapai lebih dari 4.5 meter. Ular ini biasa tinggal di pohon-pohon. Oleh karena itu, banyak orang asli Afrika yang menyebut ular ini sebagai “tree snake“.
Alasan kenapa ular ini disebut Black Mamba karena mulut dari ular ini berwarna hitam. Sedangkan warna tubuhnya sebagian besar berwarna coklat muda. Makanan dari ular ini adalah hewan-hewan kecil seperti burung, tikus, dan bahkan burung di atas pohon.Untunglah penyebaran Black Mamba tidak masuk ke daerah Indonesia.
source: http://argakencana.blogspot.com/2010/04/black-mamba-si-raja-bisa-dari-kerajaan.html
11 Spesies Hewan Baru Ditemukan di Raja Ampat
Sabtu, 15 Mei 2010
Posted by
admin
at
11.05
1. Hemiscyllium Galei
Disebut juga hiu berjalan yang tampak seperti hiu kecil dengan warna bentol-bentol seperti tokek yang berjalan di dasar lautan. Ikan tersebut ditemukan oleh peneliti Australia, Allen dan Unmack pada 2008 dan namanya diambil dari nama Jeffrey Gale.
2. Hemiscyllium Henryi
Sejenis hiu berjalan yang mirip dengan Hemiscyllium galei namun berbeda bentuk corak dan warnanya dengan H.galei. Hiu berjalan tersebut ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Wolcott Henry.
3. Melanotaenia Synergos
Ditemukan oleh Allen dan Unmarck pada 2008 yang namanya diambil dari nama Synergos Institute.
4. Corythoichthys Benedetto
Sejenis kuda laut yang tampak seperti buaya yang sangat ramping. Ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama mantan perdana menteri Italia, Benedetto Craxi.
5. Pterois Andover
Sejenis pterois berwarna merah yang ditemukan Allen dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Sindhuchajana Sulistyo.
6. Pseudanthias Charlenae
Ikan kecil berwarna merah muda cerah yang namanya diambil dari nama Pangeran Monaco, Albert II.
7. Pictichromus Caitlinae
Sejenis ikan kecil berwarna cerah yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya diambil dari nama Caitlin Elizabeth Samuel, sebagai hadiah ulang tahun Caitlin dari orangtuanya, Kim Samuel Johnson.
8. Pseudochromus Jace
Ikan kecil unik yang ditemukan Allen, Gill, dan Erdmann pada 2008 yang namanya merupakan singkatan dari nama Jonathan, Alex, Charlie, dan Emily, yang merupakan keempat anak Lisa dan Michael Anderson.
9. Chrysiptera Giti

Ikan kecil yang tampak berduri ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama perusahaan yang dimiliki Enki Tan dan Cherie Nursalim, yakni perusahaan GITI.
10. Paracheilinus Nursalim
Ditemukan oleh Allen dan Erdmann pada 2008 dan namanya diambil dari nama Sjamsul dan Itjih Nursalim.
11. Pterocaesio Monikae
Kesebelas nama spesies tersebut diberikan oleh para pemenang lelang dalam pelelangan "Blue Auction" yang digelar di Monaco. Disampaikan Suharsono, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk memajukan ilmu penamaan spesies atau taksonomi di Indonesia. Penemuan spesies baru tersebut merupakan kerjasama LIPI dengan Conservation Internasional.
Langganan:
Postingan (Atom)
Berlangganan
Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut:



