Malam itu sudah lewat tengah malam. Makun sedan berbaring di musalla yang terletak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Langgeng, Seipanas. Ia belum begitu lelap, matanya baru saja terpejam.
Belum berapa lama mata penggali kubur itu terlelap, tiba-tiba muncul seorang bocah berusia sekitar tiga tahun dari pintu musalla. Tiba-tiba saja si bocah ini minta gendong sama Makyun yang antara sadar dan tidak, karena baru saja tertidur. Alasan si bocah, rumahnya kebanjiran.
Karena merasa kasihan melihat sang bocah yang sedang basah kuyup, Makun pun langsung mendekati bocah itu. Si penggali kubur itu pun langsung menggendong bocah yang tak dikenalnya tadi.






