headline photo

APOS BLOG SHARE KNOWLEDGE

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laut. Tampilkan semua postingan

Firaun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?

Kamis, 17 Juni 2010

Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur’an dan Alkitab, kronologi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir’aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir’aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah

Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir’aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir’aun yang dimaksud.

Fir’aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usul istilah Fir’aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama – kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir’aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari Raja Menes -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir – hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.

Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir’aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :

* Ahmose I (1550 SM – 1525 SM)
* Thutmose I (1506 SM – 1493 SM)
* Thutmose II (1494 SM – 1479 SM)
* Thutmose III (1479 SM – 1425 SM)
* Amenhotep II (1427 SM – 1401 SM)
* Amenhotep IV (1352 SM – 1336 SM)
* Horemheb (sekitar 1319 SM – 1292 SM)
* Ramesses I (sekitar 1292 SM – 1290 SM)
* Seti I (sekitar 1290 SM – 1279 SM)
* Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)
* Merneptah (1213 SM – 1203 SM)
* Amenmesse (1203 SM – 1199 SM)
* Setnakhte (1190 SM – 1186 SM)

Dari daftar beberapa Fir’aun diatas, nama Ramesses II selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir’aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia merupakan sosok Fir’aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir’aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.

Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.

Kemudian menilik ke Raja Merneptah – putra Ramesses II – yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir’aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana’an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.

Lalu bagaimana dengan Seti I, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.

Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.

Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM – 1493 SM), Thutmose II (1494 SM – 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir’aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM – 1425 SM).

Benarkan Thutmose II Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah?

Relief Thutmose II

Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir’aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.

Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir’aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir’aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.

Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga “semewah” pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.

Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu ‘alam Bishawab

Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir’aun :

Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;” Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. ( QS Yunus 90).

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir’aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir’aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.

Setelah sang Fir’aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.

Jika benar Thutmose II merupakan Fir’aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :

Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.

Kedua, selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir’aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.
Mummi Thutmose II

Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?

Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir’aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.




source: inmystery.blogspot.com/2010/05/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Menjelajah Istana Cleopatra di Dasar Laut

Kamis, 03 Juni 2010

Misteri istana Cleopatra di dasar laut kian terkuak. Dalam suatu misi penyelaman, Selasa 25 Mei 2010, tim ilmuwan mendapat temuan-temuan penting di reruntuhan bangunan di bawah laut, yang diyakini merupakan Kompleks istana dan Kuil Isis, tempat di mana ratu Mesir Kuno pernah bertahta. Kompleks istana dan kuil Isis ini sempat terlupakan selama 2.000 tahun.
Istana Cleopatra

Puing-puing di dasar laut, yang diduga adalah bekas istana Cleopatra (AP Photo/Franck Goddio & Hilti Foundation, Christoph Gerigk)

Reruntuhan itu berada di dasar laut sekitar Pulau Anthirodos, yang terletak di dekat kota pelabuhan Alexandria, Mesir. Barang-barang berharga dari reruntuhan istana itu, yang pertama kali ditemukan pada 1996, akan dipamerkan di Amerika Serikat (AS) mulai awal Juni mendatang.

Para penyelam berenang di antara tumpukan batu kapur yang tenggelam ke dasar laut akibat gempa bumi dan tsunami lebih dari 1.600 tahun lalu. Tim penyelam dari sejumlah negara ini susah payah menggali salah satu situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia itu.

Mereka pun mengambil artifak-artifak mengagumkan peninggalan era Cleopatra, yang dikenal sebagai dinasti terakhir penguasa Mesir Kuno sebelum dijajah oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 Sebelum Masehi (SM).

Menggunakan perangkat teknologi mutakhir, tim mendeteksi reruntuhan banguan yang terkubur jauh di bawah sedimen sisa pelabuhan. Akhirnya tim penyelam mengonfirmasi keakuratan deskripsi mengenai kota Alexandria, yang ditinggalkan oleh para pakar geografi dan ahli sejarah Yunani sekitar 2.000 tahun lalu.

Sejak awal 1990-an, survei topografi memungkinkan tim peneliti yang dipimpin arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio, untuk menaklukkan pelabuhan Alexandria yang jarak pandangnya sangat kurang. "Lokasi ini merupakan situs unik di dunia," kata Goddio yang telah melewatkan dua dekade untuk mencari kota yang hilang tersebut.

Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus. Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur bunuh diri.

Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra, Ptolemy XII.

Penemuan di perairan Alexandria ini akan dipamerkan di Franklin Institute, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) dari 5 Juni hingga 2 Januari 2010 dalam pameran bertajuk "Cleopatra: The Search for the Last Queen of Egypt". Pameran kemudian akan berlanjut ke kota-kota lain di Amerika Utara.
source: http://www.dakdem.com/artikel-bebas/19-artikel-bebas/305-menjelajah-istana-cleopatra-di-dasar-laut

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Kumpulan Fosil Yang Terkubur Ribuan Tahun Di Dasar Laut

Rabu, 02 Juni 2010

Di bawah ini adalah tengkorak,bangkai kapal,tulang,kota atlantis yang hilang yang ditemukan di pedalaman laut



Dengan munculnya Memorial Day, hari peringatan khusus bagi mereka yang telah meninggal sebelum kita, banyak orang akan melakukan perjalanan ke kuburan untuk menunjukkan rasa hormat mereka dan menaburkan bunga di kuburan. Tapi bagaimana dengan kuburan di bagian bawah laut yang hampir tidak mungkin untuk dikunjungi? Kami pikir untuk menghormati mereka yang tewas dan tetap di bawah air, di sini kita menyelam untuk melihat makam bawah air yang menakutkan untuk melihat kerangka yang terpendam.

Cremated Human Remains – Neptune Society
Ada orang yang membuat keputusan untuk memiliki makam bawah air. Bahkan perusahaan kremasi seperti Neptunus Society menawarkan pelanggan mereka untuk dikubur di dalam laut. Orang dapat memilih untuk dimakamkan di terumbu buatan terbesar di lepas pantai Miami. Dengan cara itu, seseorang membantu mengurangi dampak untuk lahan kuburan di muka bumi sementara juga mempromosikan kehidupan laut.


Underwater Bones Decades of Dinner
Studi pada bangkai ikan paus di dasar laut telah terbukti bahwa setiap rangka mendukung kelimpahan biologis dan ekosistem laut. Bangkai paus telah tenggelam di dasar laut dan sedang dalam nama penelitian Science News Online, meringkaskan temuan ahli kelautan Craig Smith. Yang hidup di laut dalam. Di kanan bawah, fotografer Bill real menangkap gambar dari kerangka 10.500 tahun lalu dalam air goa Yucatan. Dan sekarang beberapa goa-goa yang tersembunyi di bawah air, yang mana beberapa sisa-sisa kerangka manusia telah ditemukan. Menemukan kerangka manusia di bawah air sangatlah susah. Bahkan, mengingat betapa banyak lautan meliputi dunia, menemukan fosil manusia di dasar laut adalah sangat susah.


Sperm Whale
Fotografer Uli Kunz memotret gambar ini dan menjadi pemenang untuk Global Underwater Explorers tahun 2009. Kerangka ikan paus yang telah terdampar di Laut Utara dan binasa. Ozeaneum berisi 2.600.000 liter air laut dan berbagai ikan dari Samudera Atlantik.


Skeletal Remains
Kita akan mengharapkan untuk melihat sisa-sisa kerangka dari makhluk yg tenggelam di dasar lautan. The "Skinny Turtle," di sebelah kiri, diuraikan sebagai Skeleton Penyu di Makam Penyu dan ditemukan di dekat Sipadan, Malaysia. Di kanan atas adalah kerangka sisa-sisa belut serigala. Kanan bawah adalah bagian "tulang tak dikenal" ditemukan di dekat Kelautan dari La Jolla terdampar.


Atlantis Found & Giant Skeleton Hoax?
Meskipun secara luas dilaporkan bahwa National Geographic Society telah menemukan kerangka manusia raksasa kuno. Hal ini menyebar seperti api di seluruh web karena orang ingin percaya. Orang juga percaya pada Atlantis dan beberapa menghabiskan hidup mereka berusaha untuk menemukannya. Amerika Atlantologist Dan Clark percaya bahwa ia telah menemukan Atlantis dan gambar bawah diduga Atlantis. Bagian dari kesimpulannya didasarkan pada penemuan bawah air dari kerangka "manusia tinggi 3,5 meter". Laut adalah kuburan raksasa di mana jarang orang yang ingin menyelam disana.


First reported as Holloway
Selama perjalanan menyelam di Aruba. Kalau bukan kerangka jasadnya, lalu siapa? Tetapi tidak ada keraguan bahwa laut menyimpan banyak rahasia dan banyak kerangka.


Shipwreck
Sepanjang waktu, kapal yang berlayar, telah terdampar dan tenggelam. Tak terhitung nyawa manusia telah hilang dan laut adalah makam bawah air mereka. Organisasi seperti UNESCO untuk melindungi warisan budaya bawah air. Profesional penyelam scuba, orang-orang yang menyelam untuk bersenang-senang, pemburu harta karun, dan arkeolog bawah air membawa foto luar biasa dari kedalaman laut. Tim Digger menangkap gambar bawah SS Carnatic yang terdampar di sebuah pulau di Laut Merah. 31 orang tenggelam.


Human Remains
Arkeolog menemukan tengkorak sedang berteriak, di sebelah kiri atas, bersama dengan 18 kerangka manusia yang tersisa dari sebuah pengorbanan Maya dekat Meksiko. Penemuan itu berjudul The Well of Time. Di kanan atas, penemuan ini disebut Sumur Air Suci. Ini menunjukkan masih banyak manusia. Di kiri bawah, kerangka manusia ditemukan hampir lengkap di atas garis jangkar di haluan. Kerangka merupakan bagian dari terdampar La Belle, yang tenggelam di lepas pantai Texas pada 1686. Di kanan bawah, kerangka wanita ditemukan jauh di dalam sebuah gua bawah air di Meksiko. Jenazahnya dipanggil Hawa dari Naharon dan diperkirakan 13.600 tahun lalu, dan menjadikan kerangka manusia tertua yang pernah ditemukan di Amerika.


Underwater: Neolithic Woman & Infant
Gambar di bawah menunjukkan kerangka seorang wanita Neolitik dan bayi dikuburkan dengannya yg berumur 9000 tahun. Para peneliti menemukan penyakit TBC pada tulang. Tetap mereka ditemukan tenggelam di Laut Mediterania, di lepas pantai Israel, di mana desa-Yam Atlit kuno pernah ada.


Yamagiri Maru
Penyelam dan fotografer Pete Mesley melaporkan bahwa Truk Lagoon adalah salah satu pengalaman menyelam terbaik dalam hidupnya. Mereka tidak hanya menemukan kerangka kapal karam. Mereka juga menemukan kerangka manusia di Yamagiri Maru. "Mungkin salah satu pemandangan paling mengejutkan penyelaman adalah menemukan tengkorak manusia di ruang mesin yang tertanam ke salah satu penyangga mesin".


Underwater Archaeology in Submerged Wells & Caves
Ini adalah pintu masuk goa carst di Meksiko digunakan untuk penyelaman oleh UNESCO. Warisan termasuk artefak bawah air dan jejak kehidupan manusia di gua-gua kuno diawetkan oleh air.


Penyelam ini berada dalam gua terendam, cenote, di Meksiko.


Ini adalah 'Tux kapaxa goa' di Meksiko, di mana jejak-jejak kuno keberadaan manusia dan fauna kuno ditemukan di bawah air.


Di sebelah kiri, penyelam memegang tengkorak manusia yang ditemukan di bawah air di sebuah gua Meksiko. Foto di sebelah kanan, penyelam berenang di dekat tengkorak manusia di sebuah cenote.


Pada bagian bawah adalah tengkorak wanita "dari Muknal," 10.000 SM. Hal ini juga ditemukan oleh seorang arkeolog dalam cenote Meksiko.

source: http://batbitunik.blogspot.com/2010/05/inilah-kumpulan-fosil-yang-terkubur.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Asal-usul Lambang Bendera Bajak Laut

Jumat, 21 Mei 2010

Kita sering melihat di TV kapal bajak laut umumnya menggunakan bendera dengan gambar tengkorak sebagai lambang kebesarannya. Sebenarnya apa maksud dan arti dari lambang tersebut, bagaimana pula sejarahnya?. Bila dilihat dari sejarah pengibaran bendera ini, ada berbagai macam tujuan dan maksud bila sebuah kapal mengibarkan bendera tengkorak. Jolly Roger, demikian nama bendera tersebut. Ada berbagai macam cerita mengenai asal muasal nama itu sendiri.
Mungkin nama tersebut adalah plesetan lidah orang Inggris saat mendengar orang Perancis berbicara “Jollie Rouge” (Si Merah yang Cantik). Dulu gambar tengkorak dilukis pada bendera berwarna merah. Bendera ini juga digunakan para ksatria templar pada abad 13-14 untuk menandai kapal-kapal milik para ksatria templar. Hal ini karena para ksatria Templar percaya, bahwa kebangkitan jiwa mereka untuk tetap ikut bertempur akan dapat terus abadi dengan diwakili tengkorak dan dua ruas tulang lengan mereka.
Ada yang berpendapat, mungkin nama jolly roger diambil dari raja Sisilia yang pertama kali mengibarkan bendera tersebut untuk armada kapal templar pada tahun 1127 , yaitu King Roger II. Pendapat lain, nama tersebut diambil dari plesetan lidah orang Inggris untuk menyebut “Ali Raja”, seorang bajak laut asal Tamil.
Variasi lambang tengkorak Jolly Roger
Selain itu, ada beberapa pendapat lain mengenai asal mula nama jolly roger. Terdapat beberapa bentuk desain. Ada yang membuat gambar tengkorak dengan dua pedang bersilang, ada yang membuat gambar tegkorak tampak samping, juga gambar tengkorak dengan berbagai asesoris.
Penggunaan bendera ini oleh para bajak laut adalah untuk memberikan isyarat kepada kapal calon mangsa untuk bersiap-siap. Bendera yang kemudian dilukis dengan latar belakang hitam dimaksudkan agar kapal mangsa menyerah karena jika tidak menyerah, maka para bajak laut tidak mengenal ampun (no quarter, no mercy). Jika kapal mangsa bertahan, maka bendera hitam (black jack) diturunkan, digantikan bendera merah (red jack) yang artinya darah akan segera mengalir tanpa ampun.
Unit-unit militer juga mengibarkan bendera ini untuk melambangkan keberhasilan dan kemenangan dalam tugas, keberanian dalam menghadapi bahaya, serta ketabahan sampai akhir. Contoh, pada PD II unit-unit kapal selam Inggris dan Australia mengibarkan bendera tengkorak saat masuk pelabuhan sebagai tanda suksesnya sebuah misi serta keberanian dalam bertempur. Satuan Waffen SS divisi 33 (Tottenkopf) juga menggunakan lambang tengkorak ini. Dalam perang teluk, kapal-kapal perang Inggris yang telah menembakkan rudal tomahawk, yaitu HMS Trafalgar, HMS Triumph, HMS Turbulent kembali ke pangkalan dengan mengibarkan bendera tengkorak.
Untuk memaknai kibaran bendera tersebut, dapat diambil dari makna yang terdapat pada sejarah kapal yang mengibarkan. Salah satu yang bisa dipakai sebagai makna adalah pengibaran tersebut dilaksanakan oleh kapal-kapal yang kembali ke pangkalan dengan membawa keberhasilan atau kesuksesan pelaksanaan misi mereka. Misi-misi tersebut merupakan misi yang menantang bahaya, penuh keberanian, serta bersifat heroic. Hal tersebut seperti kibaran bendera tengkorak pada perang dunia II maupun saat perang Teluk.
Kita juga sering melihat KRI Dewaruci mengibarkan bendera tersebut. Karena banyaknya pendapat yang berbeda, sehingga jika KRI Dewaruci terlihat mengibarkan bendera tengkorak, maka itu bisa bermakna kapal tersebut telah berhasil melaksanakan misi-misinya. Selama puluhan tahun melayari samudra-samudra ganas, berhadapan dengan badai dan keganasan alam yang lain dengan mengandalkan perlengkapan kapal yang dipertahankan berupa peralatan tradisional. Selama itu pula KRI Dewaruci telah berhasil melaksanakan tugas yang dibebankan.



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: