headline photo

APOS BLOG SHARE KNOWLEDGE

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Tampilkan postingan dengan label Genetika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Genetika. Tampilkan semua postingan

Mutasi Genetik : Bocah Ini Tidak Bisa Merasakan Sakit

Jumat, 27 Agustus 2010

Florida, Secara normal, tubuh manusia akan merasakan sakit bila mengalami luka atau gangguan tertentu. Tapi hal tersebut tidak akan pernah dirasakan oleh seorang gadis yang mengalami mutasi gen sejak lahir.


Hal ini dialami oleh Ashlyn, gadis usia 10 tahun asal Florida. Ia terlahir dengan kelainan ketidakpekaan rasa sakit kongenital (bawaan), yaitu suatu kondisi langka yang disebabkan oleh mutasi genetik dan tidak bisa merasakan sakit.

Ketidakpekaan rasa sakit kongenital ini tidak dapat disembuhkan dan tidak ada pengobatan untuk menyembuhkannya. Hanya ada 45 sampai 50 kasus yang pernah dilaporkan.

Mutasi gen yang dialami Ashlyn berbentuk pilinan, sehingga ia mengalami penurunan sensitivitas rasa sakit tapi ia masih mungkin merasakan kehangatan dan sentuhan seseorang.

Ashlyn tidak menangis ketika ia dilahirkan, saat tumbuh gigi, waktu lapar atau saat popoknya basah. Satu-satunya kondisi yang membuat ia menangis adalah pecah gendang telinga ketika ia berusia 3 tahun.

"Gendang telinganya pecah dan ia mengalami perdarahan dari telinga, dia merasakan tekanan untuk pertama kalinya," terang Tara Blocker, ibunda Ashlyn, seperti dilansir dari Foxnews, Kamis (26/8/2010).

Menurut Tara, tanpa memiliki kemampuan untuk merasakan sakit, Ashlyn sering mengunyah bibir bawahnya saat dia tertidur. Kondisi ini pernah membuatnya mengalami bengkak parah.

Selain itu, penderita ketidakpekaan rasa sakit kongenital lain juga sering mengalami cedera, seperti menggigit ujung lidah, merusak mata atau bahkan membakar diri pada permukaan yang panas seperti kompor.

Dalam kasusnya, Ashlyn pernah mengalami luka bakar yang parah saat tangannya dimasukkan ke dalam mesin cuci yang sedang menyala, ketika ia masih berusia 2 tahun. Meski hal itu sama sekali tidak mengganggunya, tapi Tara sangatlah cemas dan hanya bisa menangis.

Tahun-tahun terberat Ashlyn adalah ketika ia balita. Tapi meskipun ia sering mengalami benjolan, memar dan luka bakar, orangtuanya tak mengerti mengapa Ashlyn tak pernah menangis.

Keluarga Blocker mulai mengalami jalan panjang setelah Ashlyn didiagnosis ketidakpekaan rasa sakit kongenital oleh seorang ahli genetika pada tahun 2004. Tara pernah mendengar hal itu sebelumnya dan ia serta suami senang, karena akhirnya mereka mengetahui penyebab mengapa Ashlyn tak pernah menangis.

Pada tahun 2004, Dr Roland Staud mengundang Ashlyn dan keluarganya untuk datang ke University of Florida guna melakukan studi dan mempelajari lebih lanjut tentang kondisi yang jarang terjadi pada Ashlyn.

Tim peneliti melakukan tes pendahuluan, yaitu dengan mengambil darah Ashlyn dan keluarganya untuk mendapatkan sampel DNA. Lima tahun kemudian pada tahun 2009, tim Florida University menentukan bahwa Ashlyn memiliki dua mutasi gen SCN9A, yang menutup sebuah molekul yang terlibat dalam arah impuls saraf ke otak.

Gen SCN9A merupakan gen yang mengirimkan pesan nyeri dan impuls saraf ke otak. Mutasi dari gen ini dapat memotong kedua fungsi tersebut, sehingga menyebabkan ketidakpekaan rasa sakit. Dan bila gen ini menjadi terlalu aktif, maka dapat menyebakan hipersensitivitas.

Akhirnya Dr Staud dan keluarga memutuskan untuk tidak akan menghalangi terapi gen Ashlyn demi menghindari potensi yang memicu gen menjadi terlalu aktif.

"Saya tidak akan pernah mau mengambil risiko bermain-main dengan gen yang akhirnya nanti bisa membuat Ashlyn merasakan sakit yang sangat ekstrem," jelas Tara.

Di antara banyak tes fisik, psikologis, genetis dan neurologis yang telah dilakukan Dr Staud pada Ashlyn, ia menemukan bahwa Ashlyn peka terhadap sentuhan, suhu dan getaran, tapi tidak peka terhadap sakit sakit dan bau.

Pada tahun 2009, pergelangan kaki Ashlyn patah dalam kecelakaan sepeda. Hal ini diketahui orangtuanya setelah tubuh Ashlyn menunjukkan gejala bengkak dua hari kemudian.

Meski cedera yang dialami tidak begitu besar karena ia tidak merasakan apa-apa, orangtua Ashlyn tetap khawatir dan menyadari adanya bahaya infeksi. Akhirnya keluarga memintanya menggunakan kursi roda untuk menghindari perkembangan infeksi dan mengurangi tekanan.

source: detik.com

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

11 Kesalahan Genetika Yang Pernah Terjadi Di Dunia

Selasa, 25 Mei 2010

kucing berkepala dua

Anak kucing berkepala dua ini lahir di klinik veteriner swan di perth, australia barat, ketika induknya dibawa masuk setelah mengalami komplikasi selama proses kelahiran. Kucing peliharaan george huber dan louisa burgess ini lebih kecil dari saudaranya tidak dilahirkan dengan cacat.


2. Tokek berkepala dua

Tokek dengan kepala pada setiap ujung ini ditemukan di toko antik huaihua city, provinsi hunan, china pada tanggal 3 juni 2008. Tokek ini memiliki panjang sekitar 10 cm. Tokek tersebut dapat merangkak perlahan-lahan dan dapat bergerak menuju arah yang berlawanan tanpa menoleh kepalanya.



3. Babi berkepala dua

Kelahiran babi berkepala di cina ini dipuji sebagai suatu keajaiban oleh petani disana karena babi secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan di cina. Selain itu, binatang aneh ini lahir pada 2007, yang merupakan tahun babi , jadi daging babi yang unik ini dianggap sebagai berkah. Lahir dengan berat 1,5 kilogram, dengan 2 mulut dan 4 mata, di desa kecil di timor quanzhou provinsi fujian, cina.



4. Ular python berkepala dua

Ular python berkepala dua ditemukan oleh tim dokter hewan di kebun binatang di kolombo, sri lanka. Kedua kepalanya beroperasi secara independen dan memiliki kemampuan untuk makan. Ular dengan panjang 25 inci ini menggunakan kepalanya untuk mengontrol gerakan, sementara di yang sebelah kiri mengikuti secara alami. Pada umumnya, python, hidup dalam ekosistem alami, dapat mencapai hingga tujuh meter panjang dan dapat menelan binatang yang jauh lebih besar daripada badannya sendiri.





5. Kura-kura berkepala dua


Kura-kura berkepala dua ini ditemukan di florida yaitu di toko hewan peliharaan sean casey, kensington. Casey, sang pemilik toko hewan tersebut memperoleh kura-kura berkepala dua tersebut dari seorang laki-laki di florida yang menyelamatkan sekelompok telur setelah betina dewasa dibunuh oleh sebuah mobil. Casey lah yang merawat kura-kura tersebut di rumah, dan kemudian membawanya ke toko hewan peliharaan.
Sayangnya hewan peliharaan yang populer itu akhirnya dicuri dari toko hewan peliharaan.



6. Buaya berkepala dua


Merupakan bayi buaya kembar siam berkepala dua kembar yang ditemukan pada tahun 2001 oleh staf sebuah peternakan buaya di thailand.




7. Sapi berkepala dua

Sapi berkepala dua ini lahir di virginia, amerika serikat. Memiliki tiga set gigi, dua rahang bawah, dua hidung , tetapi hanya memiliki satu mulut dengan saluran udara yang terpisah, dan memiliki satu rongga mata, dengan dua mata di dalamnya.
Ini bisa disebabkan oleh kelainan genetik, atau kesalahan selama perkembangan embrio.



8. Domba berkepala dua

Domba berkepala dua ini lahir di islandia. Pall stefansson, dokter hewan setempat mengatakan bahwa domba berkepala dua ini sangat langka, meskipun ia telah mendengar dari dua kasus serupa selama bertahun-tahun. Domba selamat dalam proses kelahirannya itu ternyata tidak bisa mengangkatkan kepalanya.



9. Serangga berkepala dua

Serangga ini termasuk spesies belalang, jangkrik dan katydids. Hewan memiliki dua kepala, dan yang merah mungkin lebih menarik untuk mengalihkan perhatian dari pemangsa. Foto ini diambil di perkebunan kopi tua di amaga, negara bagian antioquia, kolombia yang memiliki ketinggian 1,400 m di atas permukaan laut.



10. Ikan berkepala dua

Ikan aneh ini tertangkap hilir wilayah oilsands alberta di danau athabasca dengan berat 2,5 kilogram. Ikan ini memiliki memiliki dua mulut.




11. Gadis berkepala dua


Abigail dan brittany hensel adalah dua gadis yang berada pada satu tubuh yang sama. Kedua memiliki kepribadian yang berbeda. Polycephaly pada manusia sangat jarang terjadi. Namun, pada kasus ini ssangat jarang terjadi, karena gadis-gadis ini telah bertahan utuh dan selamat sampai dewasa. Sementara masing-masing mengendalikan satu setengah tubuh mereka, mereka dapat berjalan dengan mudah. Mereka bahkan telah memperoleh izin mengeudi (karena masing-masing harus mengikuti ujian secara terpisah, entah bagaimana).



source: http://tongberisi.blogspot.com/2010/05/11-kesalahan-genetika-yang-pernah.html

DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: